Yang Tak Terdengarkan


Sahabat,
Sebentuk kata sebaris makna, makna yg hanya dulu sempat terhias indah
Makna yg saat ini hanya mampu aku kenang, takq biarkn mmudar krn aku slalu mnjaga
Sahabat,
Dulu kau hadir dengan sendirinya, lalu mengisi hariku dengan indahnya
Bersama qt rajut asa nan bahagia, bersama kita hadapi segala luka

Apa kau masih ingat,
Saat kau hadir dulu mnyapa senyum, mlambakn tangan padaku
Bercerita sehari2 hingga akhirnya kita mnyatu
N sempat terungkap janji satu kita abadi

Pa kau juga masih ingat,
Saat kau terjatuh dulu, siapa yg berlari menujumu?
Siapa yg pd saat itu menompang beban tubuhmu?
N siapa yg saat itu kau peluk, sandarkn jerit tangis sakitmu,
Itu aku, n aku ingat seperti apa saat aku genggam tanganku,

Aq masih ingat,
Kala itu langit tak berbintang, hanya rintik hujan basahi wajah ini
Saat itu aku lelah, tak berdaya, lalu kau hadir d balik sunyi
Kau ulurkn tanganmu, n mmbuatku mampu kmbali berdiri
Ntah dari mana tenaga itu brasal, saat erat tangnmu mnggenggam’q
Hingga aku mampu berjalan bersama d sampingmu
Melangkah bersama kita mnembus sunyi

N aku masih ingat senyummu waktu itu,
Yg mampu mnggantikan sabit terang bulan d langitq

Meski luka sempat menghias,
Tapi pakah kau juga masih ingat?
Bagai mana kita lalui bersama, mnjaga keutuhan cerita kita,
Bahkan sampai sempat qt terpisah jarak, ruang dan waktu.
Ingatkh kau bagaimana caraku melindungimu dr bahaya yg mngancam indah hatimu?
Bahkan aku masih ingat, saat aku kmbali dalam satu ruangmu
Hanya tawa n bahagiamu yg pertama kali mnyapaku
Serasa baru kemarin aku menyapamu,

Seperti udara di pagi dan siang hari, Segala sesuatu bgitu cepat berganti,
Saat kau temukan jiwa baru, yg kau hadirkn sebagai pengganti
Hingga akhirnya dalm ceritamu tiada lagi namaku
Karna kau tlah mnghapuskanku,
Demi bahagiamu, itulah satu jawaban saat aku Tanya mngapa padamu
Tak adal lagi kini senyum indah diwajahmu, kau buang aku hingga sepi mnyelimutiku

Sahabat,
Mungkin tiada lagi arti itu d hari ini, pi itu hanya bagimu
Hari ini, bagimu memang aku bukn siapa2, n mungkin aku hanya benalu
Pi ingat sumpahku ini,
Meskipun kau mnganggapq batu usang yg lbih pantas d buang
Pi kau tetap bagaikn sebongkah berlian yg bersinar
Meskipun kau tlah mnganggapku sisa yg tak ternilai
Pi tetaplah kau bagaikn harta yg tak ternilaai
N meskipun aku tak lagi berperan dalm ceritamu
Bagiku kau tetap peran utama dalm bait2 kisahku

Saat ini, aku orang lain bagimu
Bagiku, kau masih sahabatku
Hingga esok, bahkn saat dunia tak lagi ada,
Namamu tetap adalah sahabat,

Harapq Tuhan,
Aku ikhlas d lupakn, aku ikhlas terbuang, aku ikhlas d abaikan,
Namun pintaku Tuhan, jagalah ia agar slalu dalam ingatanku
Prlihara indah senyumnya Tuhan, agar tetap terhias meski aku tak lagi mampu mnyaksikannya
N jaga slalu bahagianya Tuhan, ketika aku tak lag imampu meraihnya,
N Tuhan,
Jaga slalu hati ini, agar nama sahabatku snantiasa abadi
Agar tetap ia terjaga meski hanya mampu aku mengingatnya,

Sahabat,
Aku masih mengingatmu, n aku masih mrasakn kehadiranmu,
Karna bahagiamu, adalah damaiku,,,
Sahabat,
Kau masih nyata bercerita, meski aku tak lagi kau anggap ada,,,,




by Aall Afrie-Adhie De'One-only (Notes) on Thursday, August 23, 2012 at 7:58am


Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Yang Tak Terdengarkan ini dipublish oleh Unknown pada hari Rabu, 10 April 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Yang Tak Terdengarkan
 

0 komentar:

Posting Komentar

Chrome Pointer